Selasa, 20 September 2016

Lagu itu…



Ku putar lagu itu
Tanpa sadar itu mengungatkanku
Lalu perlahan memori membayangi
Tak mau pergi
Bahkan saat music berhenti
Kau tetap di sini, di hati
Oh, benarkah kau sudah di hati?
Ingin bertemu, melihatmu
Walau ku mau tapi tak mampu
Lebih tepatnya tak bisa. Lalu bagaimana?
                Music mengalun lagi
Namun aku tak membuatnya berhenti
Biarlah, untuk sesaat aku ingin mengenangmu
Walau ku tahu itu sangat membuang waktu
Ku harap kau tahu
Aku masih menunggumu
                Hahaha… penantian yang sia-sia!
                Tapi bodohnya aku tetap menunggu
Mengenangmu


*untuk-orang-yang-silih-berganti-datang-pergi-di-hati

Jumat, 02 September 2016

Gelembung udara, Bunga, dan Nyawa




Intinya mereka sama
Berharga. Menyenangkan memilikinya
Menepuk gelembung udara untuk kesenangan belaka
Memetik bunga tidak pada saatnya
Menghilangkan nyawa sebelum waktunya
Apa itu melanggar takdir/
Atau memang sudah ditakdirkan begitu akhirnya
Ah! Tuhan tidak menyukai suatu hal yang buruk
Menepuk gelembung udara-memetik bunga-menghilangkan nyawa
Mereka semua buruk, kan?
Kalau itu takdir, pasti mengada-ada!
Untuk menghilangkan pandangan buruk orang
                Sudah tau kenapa bertanya?
Memastikan!
Aku bingung mengenai mereka
Mereka sudah ditakdirkan, kan?
Hmmm… bisa dibilang begitu
Atau, anggap saja begitu
Mereka pada akhirnya akan sama
Meletus-layu-mati
Lalu mengapa repot-repot mendahului takdir?