Aku kehilangan kosa kata
Lupa caranya komunikasi dengan sesama
Aku terlalu nyaman dengan hidupku
Menyendiri terlihat ramai bagiku
Dalam pikiran dan imajinasiku
Jangan coba-coba mengganggu
Melintasi duniaku
Ada kalanya aku butuh teman
Tak perlu banyak. cukup satu
Yang mau mendengar keluh kesahku
Yang mau mengerti diriku
Untuk ku katakan bahwa ini bukan mauku
Hanya tak suka mereka menuduhku
Kadang ku bosan bercerita dengan buku
Menari dengan pena
Bermalam dengan tinta
Bosan dengan rutinitas itu
Lalu ku sadar tak cukup hanya satu
Aku ingin bertemu orang baru
Membuang penatku
Membagi kegelisahanku
Untuk sementara waktu
Aku ingin hidup tanpa penat mengganggu
Rabu, 17 Agustus 2016
Penekanan_Life undercontrol
Ditekan dan ditekan lagi
Selalu hidup dibawah tekanan
Stres mendengarnya. Stres melakukannya
Aku ingin hidup bebas. Lepas
Kenapa kalian menekanku
Untuk melakukan ini itu
Aku tidak mau
Aku bosan. Aku lelah. Aku marah
Tersudut
Terpojok
Bagaimana aku bisa maju
Jika kalian terus menekanku
Abaikan saja aku
Lakukan saja sendiri
Aku bukan barang investasi!
~Ada saatnya aku tak bisa menerima semua
Selalu hidup dibawah tekanan
Stres mendengarnya. Stres melakukannya
Aku ingin hidup bebas. Lepas
Kenapa kalian menekanku
Untuk melakukan ini itu
Aku tidak mau
Aku bosan. Aku lelah. Aku marah
Tersudut
Terpojok
Bagaimana aku bisa maju
Jika kalian terus menekanku
Abaikan saja aku
Lakukan saja sendiri
Aku bukan barang investasi!
~Ada saatnya aku tak bisa menerima semua
Selasa, 16 Agustus 2016
Memahami. Sulitkah?
Sebenarnya lebih sulit memahami orang lain atau diri sendiri?
Ada orang yang suka diperhatikan, dan ada yang lebih senang diabaikan. Dan itu tentu saja pada situasi tertentu. Saat seseorang itu ingin ditemani atau lebih ingin sendiri.
Terkadang kita yang egois. hanya ingin orang lain yang memahami kita. Mengerti keinginan kita. tapi kita tidak ingin atau berusaha untuk memahami orang lain. Bersikap seenaknya. Memangnya kita hanya hidup sendiri? Mengabaikan perasaan orang lain, lalu merasa dirinya sendiri adalah orang yang paling malang dan tidak beruntung sedunia. Huh! Manusia macam apa itu.
~catatan ditengah kebimbangan
Ada orang yang suka diperhatikan, dan ada yang lebih senang diabaikan. Dan itu tentu saja pada situasi tertentu. Saat seseorang itu ingin ditemani atau lebih ingin sendiri.
Terkadang kita yang egois. hanya ingin orang lain yang memahami kita. Mengerti keinginan kita. tapi kita tidak ingin atau berusaha untuk memahami orang lain. Bersikap seenaknya. Memangnya kita hanya hidup sendiri? Mengabaikan perasaan orang lain, lalu merasa dirinya sendiri adalah orang yang paling malang dan tidak beruntung sedunia. Huh! Manusia macam apa itu.
~catatan ditengah kebimbangan
Kamis, 11 Agustus 2016
Aku Takut...
Aku takut
Saat aku bukanlah diriku
Bertopeng malaikat, berhati keparat
Bersikap manis yang dibuat-buat
Aku takut
Bila aku menjadi pengikut
Meniru gaya hidup lalu terpuruk
Tanpa sadar jalan yang buruk
Aku lebih takut
Ketika ku sadar namun tetap menurut
Mengikuti aliran yang tak terpaut
Membuat keyakinan semakin surut
Dan aku juga takut
Saat maut daang menjemput
Namun bekalku tak kunjung bertumpuk
Tidak siap untuk dituntut
Aku takut, jika aku bukan lagi penakut
Saat aku bukanlah diriku
Bertopeng malaikat, berhati keparat
Bersikap manis yang dibuat-buat
Aku takut
Bila aku menjadi pengikut
Meniru gaya hidup lalu terpuruk
Tanpa sadar jalan yang buruk
Aku lebih takut
Ketika ku sadar namun tetap menurut
Mengikuti aliran yang tak terpaut
Membuat keyakinan semakin surut
Dan aku juga takut
Saat maut daang menjemput
Namun bekalku tak kunjung bertumpuk
Tidak siap untuk dituntut
Aku takut, jika aku bukan lagi penakut
Minggu, 07 Agustus 2016
Yang Disalahkan
Berada dalam waktu dan situasi yang tidak tepat
Memaksa pikirannya berpikir cepat
Tak mungkin dirinya mengakui
Pikiran berkelit mencari solusi
Lalu karena aku yang menonjol di sini
Dirinya membuatku seperti penjahat asli
Tentu saja bukan. Bukan aku yang salah
Aku hanya mengalah
Atau aku memang hanya pura-pura membenarkan diri?
Untuk menutupi "akulah si penjahat sejati"?
Lalu haruskah kita menyalahkan waktu
Yang membuat kau dan aku bertemu
Karena solusi tak kunjung tiba
Haruskah kita bilang ini takdir adanya
Ah! itu kau saja yang tak mau berusaha
Baiklah, aku juga. Makanya menyalahkanmu
Masalah ini akan berakhir bila kita berhenti saling menyalahkan
Jadi, siapa yang salah?
Ah, sudahlah! Aku menyerah!
Memaksa pikirannya berpikir cepat
Tak mungkin dirinya mengakui
Pikiran berkelit mencari solusi
Lalu karena aku yang menonjol di sini
Dirinya membuatku seperti penjahat asli
Tentu saja bukan. Bukan aku yang salah
Aku hanya mengalah
Atau aku memang hanya pura-pura membenarkan diri?
Untuk menutupi "akulah si penjahat sejati"?
Lalu haruskah kita menyalahkan waktu
Yang membuat kau dan aku bertemu
Karena solusi tak kunjung tiba
Haruskah kita bilang ini takdir adanya
Ah! itu kau saja yang tak mau berusaha
Baiklah, aku juga. Makanya menyalahkanmu
Masalah ini akan berakhir bila kita berhenti saling menyalahkan
Jadi, siapa yang salah?
Ah, sudahlah! Aku menyerah!
Idealisme Zaman Ini
Idealisme zaman ini
Bagai hilang bersembunyi
Bukan takut menampakkan diri
Namun tak bisa menyesuaikan diri
Idealisme zaman ini
Ingin daku menjunjung tinggi
Membenarkan. Mendengarkan keinginan hati
Namun pikiran menutupi
Apa gunanya idealisme zaman ini?
Ketika realistis lebih berarti
Lebih bisa menghidupi diri
Walau hati menentang lagi
Karena idealisme zaman ini
Hanya sedikit yang meyakini
Beberapa yang memahami
Betapa sulitnya idealisme di zaman ini
Bagai hilang bersembunyi
Bukan takut menampakkan diri
Namun tak bisa menyesuaikan diri
Idealisme zaman ini
Ingin daku menjunjung tinggi
Membenarkan. Mendengarkan keinginan hati
Namun pikiran menutupi
Apa gunanya idealisme zaman ini?
Ketika realistis lebih berarti
Lebih bisa menghidupi diri
Walau hati menentang lagi
Karena idealisme zaman ini
Hanya sedikit yang meyakini
Beberapa yang memahami
Betapa sulitnya idealisme di zaman ini
Sabtu, 06 Agustus 2016
Unknown
Siapa Aku
Kadang dikala sendiri aku berpikir
Siapa aku?
Aku melakukan ini dan itu tanpa tahu
Bahkan dikeramaian aku masih berpikir
Siapa aku? apa tujuanku?
Berkali-kali ku dengar ceramah
Lalu mendapat hidayah
Setelah pulang ke rumah
Aku tak ingat apa itu dosa
Sebenarnya aku dan kamu sama
Dalam hati kecil ingin berbuat baik
Namun tetap saja selalu ada sisi negatif
Yang menghalangi sisi positifku
Dan kalian pasti tahu
Sisi negatifku akhirnya mendominasiku
Setan. Selalu saja mereka jadi kambing hitam
Bukan! Bukan karena mereka memang buruk
Tapi kita yang menyalahkan mereka atas kejahatan yang kita lakukan
Seakan-akan semua kebaikan lahir dari diri kita
Balik lagi pada diriku
Hingga akhirnya aku masih belum tahu
Apa manfaatku, apa tujuanku, bermaknakah aku?
Dan kini aku masih mencari tahu
Siapa diriku
Bila ku Tahu Misteri Masa Depanku
Misteri Masa Depanku
Hari esok adalah misteri
Bahkan sejam atau sedetik lagi
Penuh teka-teki
Karena hal ini
Kecemasan menghampiri
Akankah semua baik-baik saja?
Berjalan sesuai rencana?
Bisa jadi, bisa tidak!
Kenapa begini?
Harusnya hasil sejalan dengan usaha
Namun siapa yang bisa menjamin semua?
Namun aku bersyukur itu jadi misteriAku masih bisa berusaha
Tidak kecewa sebelum mencoba
Tidak takut menunggu lusa
Walau pada akhirnya tidak terlaksana
Bukankah semua akan baik pada akhirnya?
Dan aku bersyukur esok adalah misteri
Karena aku tak perlu menangis sekarang
Untuk luka yang terjadi di masa mendatang
Aku bersyukur, aku masih punya harapan
Jumat, 05 Agustus 2016
Cinta / Benci?
My opinion
Cinta dan Benci
Banyak yang berkata bahwa cinta dan
benci itu tampak sangat berbeda, namun perbedaannya setipis kertas. Awalnya aku
tidak percaya mendengar kata itu. namun lama kelamaan aku mengerti kenapa
banyak orang yang mengatakan itu. experience is the best teacher, right? bukankah
kita tidak perlu memiliki alasan untuk cinta atau benci pada seseorang? Saat kita
menyukai seseorang, tidak peduli apakah orang itu berperilaku buruk, kita akan
menyukai semua yang ada pada orang itu. dan saat kita membenci seseorang,
betapapun baiknya orang itu dan walau yang dia lakukan tidak salah, kita tetap
saja membencinya. Cinta dan benci pada seseorang, akan terjadi saat kesan
pertama bertemu orang tersebut. Yah, mungkin saat itu kita hanya tahu dari
luarnya saja. belum mengenalnya lebih dekat. Walau mungkin juga saat kita sudah
mengenalnya lebih dekat perasaan cinta atau benci itu tidak berubah. Dan saat
ini, kenapa aku berpikiran bahwa cinta dan benci itu sangat tipis?
Benci. Kenapa aku harus membahas
benci dulu bukan cinta? entahlah, mungkin karena pengalaman. Kalian tahu drama
atau sinetron kan? Aku lebih suka jalan drama yang mengisahkan tentang dua
orang yang pada awalnya saling membenci, namun orang tua mereka setuju jika
mereka bersama. Daripada kisah tentang percintaan yang hubunganya ditentang. Aku
pikir lebih menyedihkan kisah yang kedua, lebih banyak air mata, lebih banyak
tidak bisa bersama karena orang tua mereka berusaha untuk memisahkannya. Walau mungkin
pada akhirnya akan happy ending. Berbeda dengan kisah yang awalnya saling membenci
dan orang tua mereka setuju. Mungkin orang tua memang tidak bisa selalu
memaksakan keinginanya pada anaknya. Tapi entah kenapa dalam drama tersebut
mereka malah ditakdirkan selalu bertemu dalam kondisi dan situasi apapun. Banyak
hal konyol dan lucu terjadi saat jalan kisah drama seperti ini. Lama-kelamaan
hati mereka berubah dan saling jatuh cinta yang pada awalnya tidak mereka
sadari. Mereka mati-matian menyangkal bahwa mereka sudah saling mencintai. Tapi
pada akhirnya saat tidak saling bertemu, mereka baru sadar bahwa mereka
merindukannya. Rindu bagian dari cinta kan? Tentu saja lebih banyak tawanya
dalam drama bergenre itu. Kebalikan dengan kisah seseorang yang saling mencintai
tapi malah dalam drama tersebut banyak menangisnya karena orang tua mereka
tidak merestuinya, dan hal itu memang sudah di setting oleh sang sutradara
dengan bergenre mellowdrama. Yah itu semua memang sudah diatur oleh sang
sutradara dan mereka hanya perlu melakukannya. Dalam kehidupan nyata, kehidupan
kita semua sudah diatur oleh sang pencipta.
Back to topic. Jadi pada intinya
saat seseorang sangat mencintai orang lain dan rela melakukan apapun demi orang
yang dicintainya. Lalu pada suatu hari orang yang dicintainya itu
mengkhianatinya dan menyakitinya, bukankah mereka akan saling membenci? Saling menjauh.
Disaat yang sama, orang yang terlalu membenci orang lain-dalam hal ini lawan
jenis, akan selalu mencari cara agar tidak bertemu orang itu, memikirkan betapa
hal yang dilakukan orang yang dibencinya itu sangat membuatnya kesal. Lalu lama-kelamaan
karena terlalu sering memikirkannya, dia akan mencari tau apa yang dia suka dan
di mana ia tinggal, karena pada awalnya ia melakukan itu untuk menghindarinya
agar tidak bertemu. Tapi setelah mengenalnya lebih jauh. Mereka tiba-tiba
sadar, “mengapa aku melakukan ini?” sekarang mereka malah tau semua tentangnya
dan orang itu selalu ada di pikirannya. Mereka akan berusaha menyangkalnya. Tapi
pada akhirnya saat orang itu bersama orang lain atau menghilang dari
kehidupannya, mereka baru sadar bahwa ia mencintainya.
Jadi pada intinya,kalian tau kenapa
cinta dan benci perbedaanya tipis? Karena selangkah ke depan dari membenci seseorang,
maka kamu bisa mencintai orang itu. bukankah cinta dan benci itu memang rumit? Complicated?
Seberapa panjangpun sebuah paragraph tidak akan ada habisnya jika membahas hal
ini. Jadi kalian sudah tau, sedang cinta atau benci kah kalian pada seseorang?
~pikiran gila
saat memikirkannya
Rabu, 03 Agustus 2016
Remaja Versiku
Banyak yang bilang, masa remaja adalah masa yang paling indah. bener ga? menurutku sih juga gitu. terutama saat SMA. ga cuma masalah cinta aja kan yang bisa bikin kita bahagia. bukan begitu? *bukaaan!!! (gubrak!). walau masalah itu mempunyai cerita yang paling banyak di SMA. lalu masalah tentang sahabat dan pencarian jati diri. ok, inilah sudut pandangku mengenai remaja, yang dimana saat ini aku masih mengalaminya. sebenernya tulisan ini sebelumnya aku kirimin ke majalah sekolah, tapi ditolak huhu :(
but still, enjoy readings!
but still, enjoy readings!
Remaja
Kami bukan anak
kecil yang manja
Juga belum
menjadi dewasa
Banyak hal yang
baru kami ketahui
Itu semua untuk
mencari jati diri
Kami sangat
mudah terluka
Walau hanya dari
seucap kata
Kami pun mudah
untuk tertawa
Walau sama
sekali tak ada yang jenaka
Orang dewasa
menuduh kami labil
Katanya mudah
goyah dan tidak stabil
Lalu mengarahkan
kami pada hal baik menurut mereka
Sedangkan mereka
tahu kami tak suka
Kami dalam
proses pembelajaran
Belajar menerima
kehidupan
Belajar menerima
kenyataan
Walau sebenarnya
tak diharapkan
Dan saat rasa
gundah menjelma
Hal buruk dan
baik datang dengan tiba-tiba
Memaksa kami
menerima segalanya
Beban yang
menghimpit semakin terasa
Saat itu kami
tak tahu harus apa
Terluka dan
bahagia di saat yang sama
Tapi itu semua
tak mengapa
Kami akan
menghadapinya…
Karena kami
masih remaja
Langganan:
Postingan (Atom)