Berbicara tentang
kamu, memang tidak ada habisnya. Kamu tiu orang yang menjadi panutanku,
idolaku, sekaligus orang yang tidak ku suka-untuk tidak terlalu jahat
menyebutnya benci. Aku, secara bersamaan iri dan kagum padamu. Menurut pandanganku,
saat pertama kali ku melihatmu. Memang tidak terlalu cantik, tapi juga tidak
jelek. Namun, setelah lama diperhatikan terlihat memesona, menurut pandanganku
yang sesame perempuan. Senyummu yang khas, lucu menurutku. Kamu mempunyai
bentuk tubuh yang cukup bagus-untuk ukuran orang Indonesia. Aku selalu suka
cara berjalanmu yang seenaknya, tidak seperti kebanyakan wanita yang ingin
terlihat cantik saat berjalan. Karena itu, aku meniru cara jalanmu. Walaupun aku
pernah dikatai temanku, yang temanmu juga, bahwa cara jalanku terlihat aneh.
Sepertinya tidak
ada hal buruk padamu. Tapi itu yang membuatku tidak menyukaimu. Kamu terlalu
sempurna di mataku. Ini pertama kalinya aku sangat iri pada orang lain dalam
hidupku. Dan aku benci perasaan seperti ini. Kamu ingin tahu apa-apa saja yang
membuatku tidak menyukaimu? Akan ku buat daftarnya untukmu :
1.
Kamu cukup cantik,dengan wajah putih bersihmu. Walau
terkadang pada masa-masa tertentu ada jerawat jahil yang muncul di wajahmu. Itu
tidak masalah karena akan segera hilang dan tidak membekas. Terlebih lagi cara
tawa dan senyummu, akan membuat orang lain ikut tersenyum. Aku berani bertaruh,
orang-orang terdekatmu akan selalu merasa bahagia di sampingmu.
2.
Kamu juga baik. Care dengan lingkungan sekitar. Juga
peka dengan teman yang butuh pertolongan dan juga teman yang sedang tersakiti. Walau
terkadang, oh menurutku memang sering, bersikap menyebalkan. Suka menjahili
teman. Tapi dilain waktu sikapmu yang menyebalkan itu, terlihat menyenangkan. Untuk
beberapa saat itu menghiburku. Aku harap itu sikap aslimu. Bukan hanya karena
banyak orang yang melihat.
3.
Kamu memang tidak terlalu pintar, tapi juga
tidak bodoh. Ada saatnya aku kagum dengan cara bicaramu. Berpikiran terbuka dan
kritis. Oh aku ingat, kamu menguasai satu bidang. Tapi bodohnya, kamu lebih
ingin mendalami bidang lain. Yah, walau memang benar itu juga cukup sesuai
untukmu.
Masih banyak lagi sebenarnya hal yang ku
kagumi darimu. Walau itu membuatku iri. Tapi aku tidak ingin lebih detail
menjelaskan tentangmu. Aku tidak ingin kau tahu bahwa diam-diam aku kagum
padamu. Juga aku harap, kau tidak sadar bahwa aku memperhatikanmu. Aku pikir
kamu bisa mendapatkan segala yang kamu inginkan. Uang, teman, keluarga yag
baik, cita-cita yang kau inginkan, ah entahlah… sepertinya aku hanya
mencari-cari alasan untuk bisa membencimu. Padahal jika aku mau sedikit saja
bersyukur, ada banyak hal yang mungkin ku punya tapi tidak kau milikki. Aku minta
maaf jika selama ini aku (diam-diam) iri padamu. Aku juga tidak bisa membencimu
dengan semua yang ada padamu. Aku berharap dari hati yang tulus, bahwa kamu
akan selalu bahagia. Ku harap begitu juga dengan diriku.
Salam,
Dari
temanmu yang bodoh ini