Selasa, 25 April 2017

Is This Real Life? Hohoo...



Halo Tuan!
Saya benar-benar ingin menyapa anda. Sudah sangat sejak lama. Walau memang tak ada alasan yang pas untuk melakukannya. Maaf jika saya lancang menempatkan Tuan di hati saya. Mungkin sejak Tuan yang kebetulan berada dalam satu acara dengan saya. Namun berbeda tim. Saya benar-benar yakin bahwa Tuan tidak menyadari keberadaan saya saat itu. saat itulah kehadiran Tuan sedikit merubah hidup saya. Lalu Tuan mulai menghilang. Atau mungkin bisa dikatakan kita yang menghilang. Ditelan oleh dunia dan kesibukan masing-masing. Saat itu menghilangnya Tuan memang belum cukup untuk mempengaruhi pikiran saya, karena kita memang ‘tidak’ saling kenal. Maaf jika tuan tidak berkenan mendengar kata saya dan anda menjadi ‘kita’.
Keadaan memang berkata lain. Namun saya harap kali ini memang takdir. Sekali lagi kita dipertemukan dalam suatu acara. Ajaibnya, kita dalam tim yang sama. Bahkan kita sempat bercakap-cakap singkat, karena suatu alasan dan tujuan. Anda tahu Tuan? Percakapan itu begitu membekas di hati saya. Tapi kali ini tak akan saya biarkan Tuan menghilang lagi. Jadi maaf, bila tuan merasa ada seseorang yang memperhatikan Tuan setiap saat. Saya bahkan hafal kapan tuan ada kelas dan kapan Tuan libur.
Saat tertentu, jika saya tidak sibuk. Saya akan menunggu Tuan beberapa meter dari kelas Tuan. Sebenarnya tidak cukup hanya dengan melihat. Tapi, saya bisa apa? hanya berada di sekeliling Tuan bersama puluhan-atau mungkin ratusan orang lain, yang juga terlihat sibuk. Lalu saya pura-pura sibuk dengan telepon genggam saya saat Tuan melintasi saya. Hhh… kenapa juga saya harus sampai melakukan ini?
Saya memang tidak yakin apakan Tuan sudah memiliki seseorang atau belum. Tapi saya berani bertaruh, banyak wanita yang ingin memiliki Tuan. Semua yang ada di diri Tuan itu terlihat menyenangkan. Tuan selalu terlihat santai, dengan pakaian casual. Celana jeans belel-kaos dan kemeja yang sengaja tidak dikancing-sepatu sneakers. Ditambah satu lagi, Tuan terlihat sangat manis. Dan saya suka itu. Yang saya ingat dan selalu saya tunggu-tunggu, kita masih memiliki jadwal acara bersama. Walau saya tidak yakin apakah dengan adanya acara itu hubungan kita akan berkembang. Tapi, saya benar-benar ingin lebih dari itu.

Plaosan, March 31th 17
 ~kamar kosku yang terlihat pengap
Backsound : Happier-Ed Sheeran

Selasa, 31 Januari 2017

Tentang Kamu



Berbicara tentang kamu, memang tidak ada habisnya. Kamu tiu orang yang menjadi panutanku, idolaku, sekaligus orang yang tidak ku suka-untuk tidak terlalu jahat menyebutnya benci. Aku, secara bersamaan iri dan kagum padamu. Menurut pandanganku, saat pertama kali ku melihatmu. Memang tidak terlalu cantik, tapi juga tidak jelek. Namun, setelah lama diperhatikan terlihat memesona, menurut pandanganku yang sesame perempuan. Senyummu yang khas, lucu menurutku. Kamu mempunyai bentuk tubuh yang cukup bagus-untuk ukuran orang Indonesia. Aku selalu suka cara berjalanmu yang seenaknya, tidak seperti kebanyakan wanita yang ingin terlihat cantik saat berjalan. Karena itu, aku meniru cara jalanmu. Walaupun aku pernah dikatai temanku, yang temanmu juga, bahwa cara jalanku terlihat aneh.
Sepertinya tidak ada hal buruk padamu. Tapi itu yang membuatku tidak menyukaimu. Kamu terlalu sempurna di mataku. Ini pertama kalinya aku sangat iri pada orang lain dalam hidupku. Dan aku benci perasaan seperti ini. Kamu ingin tahu apa-apa saja yang membuatku tidak menyukaimu? Akan ku buat daftarnya untukmu :
1.       Kamu cukup cantik,dengan wajah putih bersihmu. Walau terkadang pada masa-masa tertentu ada jerawat jahil yang muncul di wajahmu. Itu tidak masalah karena akan segera hilang dan tidak membekas. Terlebih lagi cara tawa dan senyummu, akan membuat orang lain ikut tersenyum. Aku berani bertaruh, orang-orang terdekatmu akan selalu merasa bahagia di sampingmu.
2.       Kamu juga baik. Care dengan lingkungan sekitar. Juga peka dengan teman yang butuh pertolongan dan juga teman yang sedang tersakiti. Walau terkadang, oh menurutku memang sering, bersikap menyebalkan. Suka menjahili teman. Tapi dilain waktu sikapmu yang menyebalkan itu, terlihat menyenangkan. Untuk beberapa saat itu menghiburku. Aku harap itu sikap aslimu. Bukan hanya karena banyak orang yang melihat.
3.       Kamu memang tidak terlalu pintar, tapi juga tidak bodoh. Ada saatnya aku kagum dengan cara bicaramu. Berpikiran terbuka dan kritis. Oh aku ingat, kamu menguasai satu bidang. Tapi bodohnya, kamu lebih ingin mendalami bidang lain. Yah, walau memang benar itu juga cukup sesuai untukmu.

 Masih banyak lagi sebenarnya hal yang ku kagumi darimu. Walau itu membuatku iri. Tapi aku tidak ingin lebih detail menjelaskan tentangmu. Aku tidak ingin kau tahu bahwa diam-diam aku kagum padamu. Juga aku harap, kau tidak sadar bahwa aku memperhatikanmu. Aku pikir kamu bisa mendapatkan segala yang kamu inginkan. Uang, teman, keluarga yag baik, cita-cita yang kau inginkan, ah entahlah… sepertinya aku hanya mencari-cari alasan untuk bisa membencimu. Padahal jika aku mau sedikit saja bersyukur, ada banyak hal yang mungkin ku punya tapi tidak kau milikki. Aku minta maaf jika selama ini aku (diam-diam) iri padamu. Aku juga tidak bisa membencimu dengan semua yang ada padamu. Aku berharap dari hati yang tulus, bahwa kamu akan selalu bahagia. Ku harap begitu juga dengan diriku.

Salam,
Dari temanmu yang bodoh ini