My opinion
Cinta dan Benci
Banyak yang berkata bahwa cinta dan
benci itu tampak sangat berbeda, namun perbedaannya setipis kertas. Awalnya aku
tidak percaya mendengar kata itu. namun lama kelamaan aku mengerti kenapa
banyak orang yang mengatakan itu. experience is the best teacher, right? bukankah
kita tidak perlu memiliki alasan untuk cinta atau benci pada seseorang? Saat kita
menyukai seseorang, tidak peduli apakah orang itu berperilaku buruk, kita akan
menyukai semua yang ada pada orang itu. dan saat kita membenci seseorang,
betapapun baiknya orang itu dan walau yang dia lakukan tidak salah, kita tetap
saja membencinya. Cinta dan benci pada seseorang, akan terjadi saat kesan
pertama bertemu orang tersebut. Yah, mungkin saat itu kita hanya tahu dari
luarnya saja. belum mengenalnya lebih dekat. Walau mungkin juga saat kita sudah
mengenalnya lebih dekat perasaan cinta atau benci itu tidak berubah. Dan saat
ini, kenapa aku berpikiran bahwa cinta dan benci itu sangat tipis?
Benci. Kenapa aku harus membahas
benci dulu bukan cinta? entahlah, mungkin karena pengalaman. Kalian tahu drama
atau sinetron kan? Aku lebih suka jalan drama yang mengisahkan tentang dua
orang yang pada awalnya saling membenci, namun orang tua mereka setuju jika
mereka bersama. Daripada kisah tentang percintaan yang hubunganya ditentang. Aku
pikir lebih menyedihkan kisah yang kedua, lebih banyak air mata, lebih banyak
tidak bisa bersama karena orang tua mereka berusaha untuk memisahkannya. Walau mungkin
pada akhirnya akan happy ending. Berbeda dengan kisah yang awalnya saling membenci
dan orang tua mereka setuju. Mungkin orang tua memang tidak bisa selalu
memaksakan keinginanya pada anaknya. Tapi entah kenapa dalam drama tersebut
mereka malah ditakdirkan selalu bertemu dalam kondisi dan situasi apapun. Banyak
hal konyol dan lucu terjadi saat jalan kisah drama seperti ini. Lama-kelamaan
hati mereka berubah dan saling jatuh cinta yang pada awalnya tidak mereka
sadari. Mereka mati-matian menyangkal bahwa mereka sudah saling mencintai. Tapi
pada akhirnya saat tidak saling bertemu, mereka baru sadar bahwa mereka
merindukannya. Rindu bagian dari cinta kan? Tentu saja lebih banyak tawanya
dalam drama bergenre itu. Kebalikan dengan kisah seseorang yang saling mencintai
tapi malah dalam drama tersebut banyak menangisnya karena orang tua mereka
tidak merestuinya, dan hal itu memang sudah di setting oleh sang sutradara
dengan bergenre mellowdrama. Yah itu semua memang sudah diatur oleh sang
sutradara dan mereka hanya perlu melakukannya. Dalam kehidupan nyata, kehidupan
kita semua sudah diatur oleh sang pencipta.
Back to topic. Jadi pada intinya
saat seseorang sangat mencintai orang lain dan rela melakukan apapun demi orang
yang dicintainya. Lalu pada suatu hari orang yang dicintainya itu
mengkhianatinya dan menyakitinya, bukankah mereka akan saling membenci? Saling menjauh.
Disaat yang sama, orang yang terlalu membenci orang lain-dalam hal ini lawan
jenis, akan selalu mencari cara agar tidak bertemu orang itu, memikirkan betapa
hal yang dilakukan orang yang dibencinya itu sangat membuatnya kesal. Lalu lama-kelamaan
karena terlalu sering memikirkannya, dia akan mencari tau apa yang dia suka dan
di mana ia tinggal, karena pada awalnya ia melakukan itu untuk menghindarinya
agar tidak bertemu. Tapi setelah mengenalnya lebih jauh. Mereka tiba-tiba
sadar, “mengapa aku melakukan ini?” sekarang mereka malah tau semua tentangnya
dan orang itu selalu ada di pikirannya. Mereka akan berusaha menyangkalnya. Tapi
pada akhirnya saat orang itu bersama orang lain atau menghilang dari
kehidupannya, mereka baru sadar bahwa ia mencintainya.
Jadi pada intinya,kalian tau kenapa
cinta dan benci perbedaanya tipis? Karena selangkah ke depan dari membenci seseorang,
maka kamu bisa mencintai orang itu. bukankah cinta dan benci itu memang rumit? Complicated?
Seberapa panjangpun sebuah paragraph tidak akan ada habisnya jika membahas hal
ini. Jadi kalian sudah tau, sedang cinta atau benci kah kalian pada seseorang?
~pikiran gila
saat memikirkannya
Tidak ada komentar:
Posting Komentar