tokoh 1 :
tidak terlalu tinggi untuk ukuran pria
sedikit manis
sedikit tampan
konyol
humoris
menyenangkan
tokoh 2 :
cukup tinggi untuk ukuran pria
tidak gemuk pun tidak terlalu kurus
paling tampan se-areaku
sepertinya disukai banyak wanita
manis
terlihat cool
agak cuek
tokoh 3 :
tingginya sedang untuk ukuran pria
manis
berkarisma
cukup populer
konyol
lucu
banyak fans
baik
care
pekerja keras
tokoh 4 :
cukup tinggi untuk ukuran pria
agak kurus
berlesung pipi
sangat manis apalagi saat tersenyum
terlihat smart
sepertinya berbakat menjadi leader
canggung untuk beberapa hal
tokoh 5 :
aku
tidak terlalu tinggi untuk ukuran wanita
fisik nothing special
sering pasang wajah datar
terkadang bego
terkadang belagak bego
katanya nyebelin
katanya juga nggemesin
moody-an
bisa jadi pendiem mendadak dan bawel mendadak
tokoh 6 :
kamu
Rabu, 21 Februari 2018
021318
09.47 PM
Unbelievable!
Detik ini tahun 2018
Apa hanya aku yang bermimpi kemarin masih 2017?
Ku cek koleksi film, catatan diary, album foto di lappy
Semua di bawah tahun 2017. Tidak lebih
Apa aku perlu memperbaruinya? Atau stuck di hari lalu?
Hmmm… pilihan pertama terdengar lebih masuk akal
Atau memang
seharusnya begitu
Bagaimanapun aku ingin kembali. Tetap tidak bisa
Yeahhh. I love the past.
Tapi karenamu, dan karena kalian, aku lebih mencintai hari
ini
So, please stay by my side
10.14 PM
Atas nama waktu.
Aku tahu, walau ku tahan, kamu akan tetap berlalu.
Meski rindu berteriak pilu.
Dan memori mengiris belenggu.
Sedangkan kamu, menengok pun tak mau.
Iya, aku tetap mencoba mengerti.
Bahwa semua yg
bernyawa juga melalui.
Aku tidak membenci ini.
Karenamu. Makhluk mengenal rasa terik, badai, dan pelangi.
Sungguh. Adakah yang lebih mengena daripada kata terimakasih untukmu?
Dari aku. Perwakilan manusia se-jabodetabek dunia (((“:
Jumat, 09 Februari 2018
Suasana (hatiku) di kampus barat
Terik. Padahal hampir sore
Mahasiswa terlihat bergerombol di bawah dedaunan yang juga
bergerombol
Bukan untuk menghindari keangkuhan mentari
Juga bukan menghindari kepulan debu yang berlari
Tapi mungkin. Untuk mengusir sepi. Merenungi diri. Menurutku
Tidak sama seperti mereka
Aku tidak bergerombol. Hanya berdua
Pun tidak dibawah dedaunan. Melainkan di bawah naungan
gedung yang tidak terlalu tua
Aku. Entah sedang apa. Tidak jelas
Kadang melamun. Kadang mencari inspirasi. Lebih banyak
memikirkan dirimu
Tapi, semoga kamu tidak tahu. Hhhh tentu saja
Angin terkadang membelaiku
Sesekali, atau mungkin sering, teman me(ngganggu)manggilku
Memaksaku untuk mengecek kecepatan download drama korea
Sebenarnya aku enggan menanggapi mereka
Aku terlalu sibuk merapikan pikiranku
Kau tahu. Yahh, tentu dirimu yang mendominasinya
Kemudian aku tersadar. Duniaku bukan hanya tentangmu
Aku harus fokus, sebelum teman lain mencoba menyerangku
~Kediaman para mahasiswa pemburu wifi_komputer anjungan 1.47
pm
Terimakasih. Kau menghemat anggaran pengeluaranku
Selasa, 25 April 2017
Is This Real Life? Hohoo...
Halo Tuan!
Saya benar-benar ingin menyapa anda. Sudah sangat sejak
lama. Walau memang tak ada alasan yang pas untuk melakukannya. Maaf jika saya
lancang menempatkan Tuan di hati saya. Mungkin sejak Tuan yang kebetulan berada
dalam satu acara dengan saya. Namun berbeda tim. Saya benar-benar yakin bahwa
Tuan tidak menyadari keberadaan saya saat itu. saat itulah kehadiran Tuan
sedikit merubah hidup saya. Lalu Tuan mulai menghilang. Atau mungkin bisa
dikatakan kita yang menghilang. Ditelan oleh dunia dan kesibukan masing-masing.
Saat itu menghilangnya Tuan memang belum cukup untuk mempengaruhi pikiran saya,
karena kita memang ‘tidak’ saling
kenal. Maaf jika tuan tidak berkenan mendengar kata saya dan anda menjadi
‘kita’.
Keadaan memang berkata lain. Namun saya harap kali ini
memang takdir. Sekali lagi kita dipertemukan dalam suatu acara. Ajaibnya, kita
dalam tim yang sama. Bahkan kita sempat bercakap-cakap singkat, karena suatu
alasan dan tujuan. Anda tahu Tuan? Percakapan itu begitu membekas di hati saya.
Tapi kali ini tak akan saya biarkan Tuan menghilang lagi. Jadi maaf, bila tuan
merasa ada seseorang yang memperhatikan Tuan setiap saat. Saya bahkan hafal
kapan tuan ada kelas dan kapan Tuan libur.
Saat tertentu, jika saya tidak sibuk. Saya akan menunggu
Tuan beberapa meter dari kelas Tuan. Sebenarnya tidak cukup hanya dengan
melihat. Tapi, saya bisa apa? hanya berada di sekeliling Tuan bersama
puluhan-atau mungkin ratusan orang lain, yang juga terlihat sibuk. Lalu saya
pura-pura sibuk dengan telepon genggam saya saat Tuan melintasi saya. Hhh…
kenapa juga saya harus sampai melakukan ini?
Saya memang tidak yakin apakan Tuan sudah memiliki seseorang
atau belum. Tapi saya berani bertaruh, banyak wanita yang ingin memiliki Tuan.
Semua yang ada di diri Tuan itu terlihat menyenangkan. Tuan selalu terlihat
santai, dengan pakaian casual. Celana jeans belel-kaos dan kemeja yang sengaja
tidak dikancing-sepatu sneakers. Ditambah satu lagi, Tuan terlihat sangat
manis. Dan saya suka itu. Yang saya ingat dan selalu saya tunggu-tunggu, kita
masih memiliki jadwal acara bersama. Walau saya tidak yakin apakah dengan
adanya acara itu hubungan kita akan berkembang. Tapi, saya benar-benar ingin
lebih dari itu.
Plaosan, March 31th 17
~kamar kosku yang
terlihat pengap
Backsound : Happier-Ed Sheeran
Selasa, 31 Januari 2017
Tentang Kamu
Berbicara tentang
kamu, memang tidak ada habisnya. Kamu tiu orang yang menjadi panutanku,
idolaku, sekaligus orang yang tidak ku suka-untuk tidak terlalu jahat
menyebutnya benci. Aku, secara bersamaan iri dan kagum padamu. Menurut pandanganku,
saat pertama kali ku melihatmu. Memang tidak terlalu cantik, tapi juga tidak
jelek. Namun, setelah lama diperhatikan terlihat memesona, menurut pandanganku
yang sesame perempuan. Senyummu yang khas, lucu menurutku. Kamu mempunyai
bentuk tubuh yang cukup bagus-untuk ukuran orang Indonesia. Aku selalu suka
cara berjalanmu yang seenaknya, tidak seperti kebanyakan wanita yang ingin
terlihat cantik saat berjalan. Karena itu, aku meniru cara jalanmu. Walaupun aku
pernah dikatai temanku, yang temanmu juga, bahwa cara jalanku terlihat aneh.
Sepertinya tidak
ada hal buruk padamu. Tapi itu yang membuatku tidak menyukaimu. Kamu terlalu
sempurna di mataku. Ini pertama kalinya aku sangat iri pada orang lain dalam
hidupku. Dan aku benci perasaan seperti ini. Kamu ingin tahu apa-apa saja yang
membuatku tidak menyukaimu? Akan ku buat daftarnya untukmu :
1.
Kamu cukup cantik,dengan wajah putih bersihmu. Walau
terkadang pada masa-masa tertentu ada jerawat jahil yang muncul di wajahmu. Itu
tidak masalah karena akan segera hilang dan tidak membekas. Terlebih lagi cara
tawa dan senyummu, akan membuat orang lain ikut tersenyum. Aku berani bertaruh,
orang-orang terdekatmu akan selalu merasa bahagia di sampingmu.
2.
Kamu juga baik. Care dengan lingkungan sekitar. Juga
peka dengan teman yang butuh pertolongan dan juga teman yang sedang tersakiti. Walau
terkadang, oh menurutku memang sering, bersikap menyebalkan. Suka menjahili
teman. Tapi dilain waktu sikapmu yang menyebalkan itu, terlihat menyenangkan. Untuk
beberapa saat itu menghiburku. Aku harap itu sikap aslimu. Bukan hanya karena
banyak orang yang melihat.
3.
Kamu memang tidak terlalu pintar, tapi juga
tidak bodoh. Ada saatnya aku kagum dengan cara bicaramu. Berpikiran terbuka dan
kritis. Oh aku ingat, kamu menguasai satu bidang. Tapi bodohnya, kamu lebih
ingin mendalami bidang lain. Yah, walau memang benar itu juga cukup sesuai
untukmu.
Masih banyak lagi sebenarnya hal yang ku
kagumi darimu. Walau itu membuatku iri. Tapi aku tidak ingin lebih detail
menjelaskan tentangmu. Aku tidak ingin kau tahu bahwa diam-diam aku kagum
padamu. Juga aku harap, kau tidak sadar bahwa aku memperhatikanmu. Aku pikir
kamu bisa mendapatkan segala yang kamu inginkan. Uang, teman, keluarga yag
baik, cita-cita yang kau inginkan, ah entahlah… sepertinya aku hanya
mencari-cari alasan untuk bisa membencimu. Padahal jika aku mau sedikit saja
bersyukur, ada banyak hal yang mungkin ku punya tapi tidak kau milikki. Aku minta
maaf jika selama ini aku (diam-diam) iri padamu. Aku juga tidak bisa membencimu
dengan semua yang ada padamu. Aku berharap dari hati yang tulus, bahwa kamu
akan selalu bahagia. Ku harap begitu juga dengan diriku.
Salam,
Dari
temanmu yang bodoh ini
Jumat, 30 Desember 2016
Ada Kalanya Aku RINDU
Sepi
Dingin membungkus
malam, membekukan hati
Nyanyian jangkrik
pun tak berani unjuk diri
Entah mengapa
detik jam tak terdengar lagi
Masih sunyi, di sini
Sungguh, bukan karena aku menanti
Juga bukan karena sedang sendiri
Karena pikiran melayang pergi
Sampai kapan
hati tetap membeku
Padahal hening
telah berlalu
Tak ingin
jawabannya ‘kamu’
Bukan milikku…
Aku tahu
Aku tidak menunggu
Namun tidak juga berlalu
Bodohnya aku!
Selasa, 20 September 2016
Lagu itu…
Ku putar
lagu itu
Tanpa sadar
itu mengungatkanku
Lalu perlahan
memori membayangi
Tak mau
pergi
Bahkan saat music
berhenti
Kau tetap di
sini, di hati
Oh, benarkah
kau sudah di hati?
Ingin bertemu,
melihatmu
Walau ku mau
tapi tak mampu
Lebih tepatnya
tak bisa. Lalu bagaimana?
Music mengalun lagi
Namun aku tak membuatnya berhenti
Biarlah, untuk sesaat aku ingin mengenangmu
Walau ku tahu itu sangat membuang waktu
Ku harap kau tahu
Aku masih menunggumu
Hahaha… penantian
yang sia-sia!
Tapi bodohnya aku
tetap menunggu
Mengenangmu
*untuk-orang-yang-silih-berganti-datang-pergi-di-hati
Langganan:
Postingan (Atom)